Kamis, 21 Juni 2012

Menulis Puisi

Menulis puisi itu sulit. Tak semudah menulis cerita, esai, dongeng, atau sekadar keluh kesah tentang rindu renjana kepada kekasih yang tak kunjung tiba.

Menulis puisi itu seperti hendak menjemur cucian. Apabila baju yang basah kurang apuh diperas, maka saat dipakai akan berbau apak.

Seperti halnya puisi, kalau belum apuh ide diperas setelah dibilas dengan informasi di sekitarnya, kemungkinan besar puisi akan berbau apak dan berjamur. Tidak segar.


Pengetahuan penulis puisi tentang apa yang akan ditulis dalam puisinya adalah ujian tersendiri. Justru, proses inilah yang terberat, menurut saya.


Mengumpulkan informasi dari endapan yang bertumpuk dalam pikiran kita adalah hal yang musykil. Meski ada penulis-penulis yang memiliki daya ingat yang sangat tajam. Tapi proses mereka-ulang setiap informasi itu sungguh melelahkan

Belum lagi ketika hati mulai bercanda. Mengajak kita berdansa dalam musik nostalgia. Padahal, "menulis puisi itu serius! Ah! Jangan bercanda...."

Tapi hati memang suka mengajak kita bercanda. Dan kita, adalah korban hati yang suka diajak nostalgia.

Saat memeram ide-ide puisi itu: meramunya dengan informasi dan suasana hati. Dominasi hati yang mengaduk-aduknya dengan sukarela adalah hal yang wajar. Hati mencampurkan kenangan dengan logika yang kita susun. Informasi berbaur berkelindan menyusun bait-bait puisi.

Tapi selalu ada yang salah. Setiap diksi dan susunan metafora di setiap baitnya masih basah. Terlalu banyak kata yang boros atau salah logika di sekujur barisnya. Pada saat inilah proses memeras itu. Proses pemerasan ide yang sudah kita tuangkan dalam kata, kalimat, baris, dan bait puisi inilah proses sebelum puisi dikeringkan. Dijemur di mana-mana. Lalu menemukan sendiri siapa pembacanya.

Selamat menulis puisi. Selamat bersusah payah. Tulislah dengan pensil atau bolpoin, atau dengan ketukan papan huruf di komputer anda. Tapi ingat, jangan menolak bila hati mengajak anda berdansa dan bernostalgia. Sebab, menulis dengan melibatkan hati memberikan kesan jujur dalam puisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar